Cerpen : ETERNAL LOVE

Eternal Love

Aku Miyawaki Miami, umurku 16 tahun dan aku baru menjadi murid SMA KEITO, SMA yang terkenal dan ternama di Tokyo. Dan saat ini aku masih menjalani hidupku seperti gadis-gadis biasanya. Oh ya besok adalah hari pertamaku memulai pelajaran semester baru.
(pagi harinya)
Tring…tring…bangun…ayo bangun…
Miami : Huah…(mematikan alarm) Hah sudah jam 7.20!!! Aduh aku bisa terlambat nih, padahal inikan hari pertana masuk sekolah. (buru-buru bersiap-siap)
Mama : Miami kamu tidak sarapan dulu?
Miami : Nggak ma, Miami sudah mau terlambat nih.
Mama : Ya udah kamu bawa aja bekal ini.
Miami : Nggak ma, Miamikan bukan anak kecil lagi. Udah ya ma Miami berangkat dulu.
Mama : Ya sudah. Hati-hati ya.
Miami : Iya ma…
(Miami segera berlari menuju sekolahnya, tiba-tiba…)
Tit…tit…
Miami : Aduh hampir aja ketabrak. Siapa sih orang itu? gak minta maaf lagi.
(Beberapa saat kemudian)
Miami : Ah… akhirnya sampai juga, untung masih keburu.
(Saat menuju kelas)
Momo : Miami…
Miami : Hai! Momo kamu juga sekolah disini?
Momo : Iya nih. Oya Miami kamu di kelas mana?
Miami : Di kelas 1.3
Momo : Sama dong, aku juga di kelas 1.3
Miami : Bagus deh, jadi punya teman buat ngobrol deh.
(tring…)
Miami : Eh udah bel tuh. Ayo momo kita cepat-cepat ke kelas.
Momo : Iya!
(Saat masuk ke dalam kelas)
Miami : wah Momo, semuanya udah duduk rapi. Ayo kita duduk.
Momo : Iya.(bisik-bisik) tapi Miami kita duduk dimana?
Miami : Itu di belakang pojok ada bangku kosong, kita disana aja.
Momo : Iya. Miami disini ada yang kamu kenal gak?
Miami : Nggak sama sekali. Kalo kamu?
Momo : Ada sih yang aku kenal.
Miami : Yang mana?
Momo : Itu anak perempuan yang di depan itu, yang rambutnya panjang, dia itu kan rumahnya gak jauh dari rumah aku. Namanya Sasha.
Miami : Wah… cantik banget.
Momo : Iya sih, tapi dia sombong loh.
(Guru masuk)
Bu keiko : Baik anak-anak, saya adalah wali kelas kalian semua …………..
Continue reading

Cerpen : MY LOVE STORY

MY LOVE STORY

Ditaman tengah kota terlihat seorang wanita yang sedang menangis. Wanita itu bernama Misaki Ayumi, saat ini Misaki Berumur 17 tahun, ia adalah siswi SMA Shounen. Tiba-tiba seorang pria melihatnya dan menghampirinya…
Shunichi : Hei! Ngapain nangis di tengah taman sore-sore gini?
Ayumi : Ah.. (nengok kiri kanan) kamu ngomong ke aku?(sambil menghapus air mata)?
Shunichi : Memangnya ngomong ke siapa lagi, disini kan Cuma ada kamu doang!
Ayumi : oh iya, tapi aku gak nangis kok
Shunichi : Gak perlu bohong, dari mata kamu aja udah kelihatan. Memangnya ada pa sampai kamu nangis di tengah taman gini?
Ayumi : He… ketauan ya (berusaha untuk senyum),gak ada apa-apa sih. Aku nangis karena aku pikir, kenapa di dunia ini gak ada yang bisa ngerasain apa yang aku rasakan, baik teman aku bahkan keluarga aku juga gak tau apa yang aku rasakan.
Shunichi : Dasar cengeng! Cuma gitu aja udah nangis, memangnya kamu pikir semua orang seperti itu?
Ayumi : Memang iya.
Shunichi : Bodoh!
Ayumi : Maksud kamu?
Shunichi : Iya kamu bo..doh..! Memang semua orang bisa tau apa yang kamu rasain, sementara kamu gak kasih tau ke mereka.
Ayumi : Bener juga ya (senyum) 
Shunichi : ngomong-ngomong kamu ini siswi dari SMA Shounen ya?
Ayumi : Iya benar, kamu tau dari mana?
Shunichi : Kamu ini memang benar-benar bodoh ya, yah dari mana lagi kalau bukan dari seragam kamu itu!
Ayumi : Iya he…, kalau kamu siswa dari mana?
Shunichi : Kalai aku bukan siswa, aku mahasiswa dari Universitas Todai
Ayumi : Wah… hebat juga ya. Ngomong-ngomong nama kamu siapa?kalau aku Ayumi, Misaki Ayumi
Shunichi : aku Nishimura Shunichi
Ayumi : Oh…
(shunichi lalu pergi)
Ayumi : Hei, kamu mau ngapain
Shunichi : Ngapain lagi bodoh, yah pulanglah.
Ayumi : Tunggu dulu (teriak)
(Ayumi lari menghampiri Shunichi)
Ayumi : Makasih ya atas kata-kata kamu tadi.
Shunichi : Itu bukan apa-apa, kalau mau lupai aja.
Ayumi : Dasar!
(Shunichi lalu pergi dan sekali dia menengok ke belakang)
Ayumi : Dingin banget sih orang itu, padahal aku kirain dia baik. Ah jam berapa nih (melihat jam) Hah sudah jam 5 sore. Gimana nih, aku belum nyiapin makan malam lagi.
(Ayumi berlari ke rumahnya) Continue reading